Awal mula ketertarikan saya pada kelinci terjadi saat ibunya anak-anak saya menyuruh saya membelikan sepasang kelinci, mulanya saya tidak mengijinkan tetapi yang namanya membahagiakan pasangan hidup, kan ! tidak ada salahnya..hehe. lalu dengan girangnya istri saya menyambut anggota baru di rumah kami yang sederhana. singkat cerita mulailah saya direpotkan dengan segala masalah tentang kelinci, gmana tidak ! setiap hari harus membelikan pakannya ? membersihkan kotorannya dan urinnya ? tapi semuanya itu tidaklah menjadikan suatu permasalahan bagi diriku asal istri saya bahagia. ternyata sekarang saya yang paling senang dengan kelinci yang terkadang kesenangan saya itu membuat istri saya cemburu, hahahahha...gmana tidak ? setiap saya pulang kerumah yang pertama saya tanyain bukan anak dan istri saya, melainkan kelinci ( habis asyik sih membelainya ).
kelinci pertama saya, sekarang dah berumur 2 tahun, jinaknya luar biasa ! selalu ingin mengajak kita bermain dan penurut. setiap hari menunggui saya di depan pintu, kalau dilihatnya saya memasuki halaman rumah dia pasti mengejar sambil mengelilingi saya, gmana nga jatuh cinta ama tu kelinci ???? nama kelinci tertua saya NAPOH dah banyak memberikan saya cucu (anak-anak kelinci ) hehehehehe. di dalam pekerjaan saya terdapat banyak kendala terutama didalam biaya membeli pupuk, lalu saya mendapat ide dari teman saya yang juga seorang petani dengan menggunakan atau mamanfaatkan urine dan feses kelinci, itupun saya masih meragukan karna belum terbukti buat saya. lalu saya mulai membuat dan mempraktekkan apa yang di katakan teman saya tadi.
pertama saya tampung urin kelinci dalam satu botol minuman.
kemudian saya campurkan EM4 dgn perbandingan 5 ml : 1 botol minuman 800 ml.
lalu gula merah saya kikis secukupnya.
saya diamkan selama 2 minggu/setiap hari pagi dan sore saya aduk dan buka tutup botol tadi selama beberapa menit lalu tutup kembali.
setelah menunggu 2 minggu, pupuk urine kelinci tadi mulai saya uji cobakan pada sebatang pohon anggur yang mulai kritis, singkatnya setelah seminggu saya menunggu, pohon anggur yang mulai layu tadi berubah menjadi segar dan mulai bermunculan tunas-tunas baru pada batangnya. hm dahsyat banget tu urine kelinci, dari sinilah saya memulai membuat pupuk sendiri. hemat biaya dan tanah semakin subur. jadi bagi saudara saya yang berkecimpung di bidang pertanian nga ada salahnya kita memelihara kelinci. dah dulu cerita saya ya, semoga dapat bermanfaat bagi kita. akhir kata saya mohon maaf jika ada yang salah dari kata2 saya.
salam sejahtera untuk kita semua.
Senin, 10 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar